Berita / Artikel

Alangkah Menyenangkan Menonton Bulutangkis di Indosiar

Minggu, 07 Oktober 2012 16:07:51
2053 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Kala belum ada stasiun televisi swasta, kita hanya bisa menyaksikan pertandingan-pertandingan bulutangkis dunia lewat stasiun TVRI. Setiap tahun pasti ada tayangan All England. Kala itu dengan reporternya yang beken Sambas selalu menemani kita menyaksikan pertarungan atlet-atlet bulutangkis kita yang kerap meraih juara.

Kini menonton pertandingan bulutangkis di stasiun televisi yang kini sudah begitu banyak malah menjadi sebuah kelangkaan. Tak satu pun stasiun televisi yang mau mengorbankan waktu tayangnya mengelar tayangan kejuaraan bulutangkis yang sebelumnya kerap mengharumkan nama bangsa lewat prestasi atlet-atlet kita saat mereka meraih gelar juara.

Tak bisa dipungkiri seiring merosotnya prestasi bulutangkis Indonesia, niscaya akan semakin menyurutkan keinginan pengelola stasiun televisi untuk menyiarkan pertandingan bulutangkis. Rating tayang televisi adalah sebuah keharusan untuk mendapatkan pendapatan dari tayangan iklan.

Berbanding terbalik dengan sepakbola, walau prestasi kita jauh dari acungan jempol bahkan kepengurusan sepakbola di Tanah Air pun ada dua saat kini tapi tayangan sepakbola di stasiun televisi tetap saja riuh. Saking banyaknya tayangan sepakbola di televisi, jika kita tidak pintar-pintar mengelola waktu istirahat maka kita pun akan kekurangan waktu untuk menonton sepakbola pada beberapa stasiun televisi yang tersaji. Semua tayangan sepakbola di televisi sepertinya menarik untuk ditonton.

Coba bayangkan pada bulan Agustus lalu saat atlet bulutangkis kita berlaga di ajang Olimpiade London ada dua stasiun televisi yang menyiarkannya yaitu TVRI dan satu stasiun televisi swasta. Walau ada dua stasiun televisi yang menyiarkan tapi kita tak dapat menyaksikan dengan menyenangkan dan memuaskan hati kita. Keduanya menyiarkannya gelaran bulutangkis Olimpiade ‘terkesan’ semaunya. Tak semua pertandingan bulutangkis yang dimainkan pebulutangkis kita bisa disaksikan. Belum lagi menyaksikan pertandingan dari stasiun televisi swasta, saat jeda selalu digeber dengan spot-spot iklan yang sangat mengganggu sekali. Dan kerap menghilangkan kesempatan menyaksikan pertandingan dengan utuh.

Namun kini, saat ajang bulutangkis YONEX Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2012 yang berlangsung di Taiwan kita bisa menyaksikan pertandingan bulutangkis dengan benar-benar menyenangkan hati. Dua hari terakhir saat babak semifinal kemarin dan final hari ini kita bisa menikmati pertandingan bulutangkis dengan penuh dan utuh. Sebuah pengalaman yang langka bisa dinikmati penggemar bulutangkis Indonesia yang dahaga akan jenis hiburan lain yang tersaji di televisi kita.

Sebuah bonus bagi masyarakat Indonesia khususnya kepada penggemar bulutangkis diberikan stasiun televisi Indosiar bagi pencinta bulutangkis Indonesia. Tak hanya sekedar menyiarkan tayangan bulutangkis, tapi Indosiar memberikan tayangan yang benar-benar yang memberikan kepuasan bagi penikmat layanan televisi. Tayangan yang tersaji bisa memuaskan penonton tanpa harus mengganggu jalannya pertandingan dengan iklan-iklan yang ditayangkan.

Indosiar juga tak alergi dengan atlet asing. Pertarungan pamungkas di partai kelima yang menampilkan pertarungan atlit tunggal putra dari Vietnam, Nguyen Tien Minh melawan pebulutangkis tuan rumah China Taipei, Chou Tien Chien, tetap ditayangkan. Untuk hal ini kita patut memuji langkah Indosiar yang telah memberikan tayangan dengan penuh dan utuh.

Sebagai penggemar bulutangkis kita berharap langkah manis Indosiar yang mau menayangkan kejuaraan bulutangkis di tengah terpuruknya prestasi bulutangkis Indonesia kiranya bisa berkelanjutan. Bonus tayangan bulutangkis Indosiar ini juga semakin menyenangkan kala pebulutangkis kita berhasil meraih prestasi dengan meraih dua gelar juara dari Taiwan. Semoga catatan ringan ini mendapat perhatian Indosiar kedepannya dan berharap prestasi bulutangkis kita pun kembali berjaya. (fk)

Berita Artikel Lainnya