Bulutangkis.comBerita > Berita
Raih 12 Emas, Indonesia Pertahankan Gelar Juara Umum
Oleh : admin Minggu, 10 September 2023 20:30:40
Atlet-atlet Indonesia sukses mengemban tugas mempertahankan gelar juara umum di ajang FOXS Indonesia Para Badminton International 2023. Pada final yang diselenggarakan di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (10/9), skuad merah putih sukses meraih 12 emas dari 17 kategori yang dipertandingkan.
Atlet-atlet Indonesia sukses mengemban tugas mempertahankan gelar juara umum di ajang FOXS Indonesia Para Badminton International 2023. Pada final yang diselenggarakan di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (10/9), skuad merah putih sukses meraih 12 emas dari 17 kategori yang dipertandingkan.

Head of Corporate Affairs PT Savoria Kreasi Rasa, Ryne Anggia Prawesti, mengucapkan selamat kepada para pemenang yang sukses memberikan gelar juara dan bahu membahu mempertahankan status juara umum dalam turnamen bergengsi tersebut. Ryne berharap, kemenangan dalam turnamen ini menjadi lecutan semangat dan motivasi agar terus berprestasi di level yang lebih tinggi lagi.

“Setiap harinya, selama enam hari penyelenggaraan turnamen ini, kami melihat kilauan energi dari para atlet guna menaklukkan segala limitasi dan menorehkan hasil terbaik di atas arena. Atas perjuangan melewati tantangan dan capaian prestasi, kami mengucapkan selamat kepada para pemenang. Kami berharap, kemenangan dalam turnamen ini dapat menjadi batu loncatan untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi di kancah dunia dan mengharumkan nama Indonesia di gelanggang olahraga,” ujar Ryne.

Sementara itu, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun menyebutkan, capaian juara umum dalam turnamen yang juga didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini akan menjadi suntikan motivasi bagi para atlet dalam guna berlaga di Asian Para Games Hangzhou 2023 dan Paralimpiade Paris 2024.

“Kesuksesan para atlet mempertahankan gelar juara umum merupakan sinyal positif bahwa kita siap menghadapi kompetisi yang lebih besar lagi karena sejak awal turnamen ini juga dimaksudkan menjadi ajang mengasah mental dan strategi menyambut Asian Para Games Hangzhou pada Oktober mendatang dan juga perburuan poin agar atlet-atlet Indonesia bisa berlaga di Paralimpiade Paris 2024. Untuk itu, saya berterimakasih kepada para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini,” sebut Senny.

Dalam Asian Para Games nanti, NPC Indonesia akan menurunkan atlet-atlet terbaiknya di hampir semua nomor dengan target meraih empat medali emas.

Sementara itu, pada FOXS Indonesia Para Badminton International 2023, torehan medali emas diantaranya disumbangkan oleh nomor Ganda Campuran SL 3 – SU 5 yang pada partai pamungkas terjadi all Indonesian final antara Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila melawan Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah. "Perang saudara" tersebut dimenangkan oleh Hikmat/Ratri dengan skor 21-10 dan 21-11.

Tak hanya di sektor tersebut, Ratri juga menyumbangkan medali emas melalui nomor Tunggal Putri SL 4 setelah mengatasi wakil India, Vaishnavi Puneyani. Meski menang dua game langsung, Ratri sempat tertinggal di awal game pertama yang membuat Vaishnavi unggul saat interval. Usai jeda, Ratri mulai menunjukkan performa terbaiknya dan mengunci keunggulan 22-20. Di game kedua, serangan Ratri tak terbendung dan membuatnya menyegel gelar juara dengan skor 21-14.

"Saya belum pernah bertemu Vaishnavi Puneyani dan cukup terkejut karena dia bermain bagus sehingga begitu menyulitkan terutama di game pertama. Medali yang saya menangi di FOXS Indonesia Para Badminton International 2023 dipersembahkan untuk anak, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia," kata dia. Selain berjaya di dua nomor tersebut, Ratri juga meraih titel kampiun lewat klasifikasi Ganda Putri SL 3 – SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah. Dengan demikian, total tiga medali emas yang disumbangkan Ratri dalam turnamen ini.

Keberhasilan menjadi jawara di FOXS Indonesia Para Badminton International 2023 juga diraih Supriadi. Pada turnamen bergengsi ini, ia menyumbangkan dua medali emas untuk tim Merah Putih. Emas pertamanya didapat dari nomor Tunggal Putra WH 2 setelah berhasil mengubur asa atlet asal India, Manjunatha Chikkaiah, dengan kemenangan 21-4 dan 21-10.

"Di pertandingan final saya bisa langsung menampilkan permainan terbaik sehingga unggul cepat di game pertama. Di game kedua lawan sempat memberikan perlawanan tetapi, saya bisa lebih konsisten dan percaya diri. Ini adalah medali emas pertama saya di nomor Tunggal Putra WH 2," kata Supriadi. Tak hanya itu, Supriadi juga menyumbang emas dari Ganda WH 1 - WH 2 kala berpasangan dengan Agung Widodo. Keduanya tampil superior melawan ganda Malaysia, Chew Jit Thye/Chung Hong Tsin dengan skor 21-10 dan 21-11.

Sementara itu, kejutan besar terjadi di klasifikasi Tunggal Putri SL 3 di mana Syakuroh Qonitah Ikhtiar mengalahkan pemain peringkat 1 dunia asal Turki, Halime Yildiz. Bahkan, sepanjang pertandingan Syakuroh konsisten mendominasi permainan sehingga hanya butuh dua game untuk membuat Yildiz tertunduk lesu usai menyegel kemenangan 21-13, 21-12.

"Pertandingan final sebenarnya tidak berlangsung mudah, khususnya di awal permainan baik gim pertama maupun game kedua. Namun, berkat adanya banyak dukungan dari suporter di dalam GOR membuat saya lebih bersemangat untuk bisa meraih kemenangan. Saya sangat bersyukur karena bisa kembali memenangi medali emas dan keberhasilan ini saya persembahkan untuk orang tua," ujar Syakuroh.

Adapun Yildiz sangat kecewa karena tidak dapat menunjukkan permainan terbaik dan harus mengakui kemenangan Syakuroh. Meski demikian, ia tidak menyesal sudah datang dan bertanding di Indonesia. Yildiz menilai Indonesia sudah membuat penyelenggaraan yang luar biasa walau FOXS Indonesia Para Badminton International 2023 hanya berstatus turnamen Grade 2 Level 3. Bahkan, kualitas penyelenggaraan dianggapnya lebik baik dari turnamen para badminton level 1 BWF.

“Saya seharusnya bisa bermain lebih baik di pertandingan final, tetapi justru banyak melakukan kesalahan sendiri di sepanjang pertandingan. Selamat kepada Syakuroh karena dia sudah tampil lebih baik dari saya. Meski gagal memenangi medali emas, saya tidak menyesal sudah datang ke Indonesia karena menurut saya penyelenggaraan turnamen di sini lebih bagus dibanding turnamen BWF lain yang pernah saya ikuti,” ucap Yildiz.

FOXS Indonesia Para Badminton International 2023 diikuti oleh 16 negara yakni Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kuwait, Kyrgyzstan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Sri Lanka, Suriah, Timor Leste, dan Turki. Turnamen ini mempertandingkan 17 nomor baik tunggal maupun ganda di sektor WH 1, WH 2, SL 3, SL 4, SU 5, hingga SS 6. (*)

Berikut daftar pemenang FOXS Indonesia Para Badminton International 2023:

Tunggal Putra - SL 3
• Juara I : Mohammad Arwaz Ansari (India)
• Juara II : Maman Nurjaman (Indonesia)
• Juara III : Mustafa Tugra Nur (Turki) dan Bittu Kumar (India)

Tunggal Putra - SL 4
• Juara I : Fredy Setiawan (Indonesia)
• Juara II : Mohd Amin Burhanuddin (Malaysia)
• Juara III : Reksi Sudarno dan Hikmat Ramdani (Indonesia)

Tunggal Putra - SU 5
• Juara I : Dheva Anrimusthi (Indonesia)
• Juara II : Suryo Nugroho (Indonesia)
• Juara III : Ilker Tuzcu (Turki) dan Oddie Kurnia Dwi Listiant Putra (Indonesia)

Tunggal Putra - WH 1
• Juara I : Jit Thye Chew (Malaysia)
• Juara II : Agung Widodo (Indonesia)
• Juara III : Hong Tsin Chung (Malaysia)
• Juara IV : Martyn Ford (Australia)

Tunggal Putra - WH 2
• Juara I : Supriadi (Indonesia)
• Juara II : Manjunatha Chikkaiah (India)
• Juara III : Grant Manzoney (Australia) dan Agus Budi Utomo (Indonesia)

Tunggal Putri - SL 3
• Juara I : Syakuroh Qonitah Ikhtiar (Indonesia)
• Juara II : Halime Yildiz (Turki)
• Juara III : Charanjeet Kaur dan Amudha Saravanan (India)

Tunggal Putri - SL 4
• Juara I : Leani Ratri Oktila (Indonesia)
• Juara II : Vaishnavi Puneyani (India)
• Juara III : Tugce Celik (Turki) dan Khalimatus Sadiyah (Indonesia)

Tunggal Putri - SU 5
• Juara I : Zehra Baglar (Turki)
• Juara II : Lam Tsz Huen (Australia)
• Juara III : Sarumathi (India)
• Juara IV : Latika (India)

Tunggal Putri - WH 2
• Juara I : Alphia James (India)
• Juara II : Katarina Dwi Putri Kristianti (Indonesia)
• Juara III : Prema Vishwas dan Ruchi Trivedi (India)

Tunggal - SH 6
• Juara I : Rina Marlina (Indonesia)
• Juara II : Dimas Tri Aji (Indonesia)
• Juara III : Hector Jesus Salva Tunque (Peru) dan Irianti Yunia Widya (Indonesia)

Ganda Putra - SL 3 - SL 4
• Juara I : Dwiyoko/Fredy Setiawan (Indonesia)
• Juara II : Maman Nurjaman/Hikmat Ramdani (Indonesia)
• Juara III : Renzo Diquez Bances Morales/Jagadesh Dilli (Peru/India) dan Ukun Rukaendi/Reksi Sudarno (Indonesia)

Ganda Putra - SU 5
• Juara I : Dheva Anrimusthi/Hafizh Briliansyah Prawiranegara (Indonesia)
• Juara II : Suryo Nugroho/Oddie Kurnia Dwi Listant Putra (Indonesia)
• Juara III : Mohamad Faris Ahmad Azri/Amyrul Yazid Ahmad Sibi (Malaysia) dan Hardik Makkar/Dev Rathi (India)

Ganda Putri - SL 3 - SU 5
• Juara I : Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah (Indonesia)
• Juara II : Tugce Celik/Vaishnavi Puneyani (Turki/India)
• Juara III : Lia Priyanti/Syakuroh Qonitah Ikhtiar (Indonesia) dan Charanjeet Kaur/Lam Tsz Huen (India/Australia)

Ganda Campuran - SL 3 - SU 5
• Juara I : Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila (Indonesia)
• Juara II : Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah (Indonesia)
• Juara III : Ilker Tuzcu/Halime Yildiz (Turki) dan Hafizh Briliansyah Prawiranegara/ Syakuroh Qonitah Ikhtiar (Indonesia)

Ganda Campuran - WH 1 - WH 2
• Juara I : Manjunatha Chikkaiah/Pallavi Kuluvehalli M. (India)
• Juara II : Poorna Rao Chapara/Alphia James (India)
• Juara III : Martyn Ford/Ruchi Trivedi (Australia/India)
• Juara IV : Arturo Zambrano Alejo/Fiona Sing (Meksiko/Australia)

Ganda - SH 6
• Juara I : Dimas Tri Aji/Subhan (Indonesia)
• Juara II : Dhinagaran Pandurangan/Hector Jesus Salva Tunque (India/Peru)
• Juara III : Irianti Yunia Widya/Rina Marlina (Indonesia)
• Juara IV : Abdulla A Alsaif/Md Eyamin Hossain (Kuwait/Bangladesh)

Ganda WH 1 - WH 2
• Juara I : Supriadi/Agung Widodo (Indonesia)
• Juara II : Jit Thye Chew/Hong Tsin Chung (Malaysia)
• Juara III : Martyn Ford/Grant Manzoney (Australia) dan Poorna Rao Chapara/ Manjunatha Chikkaiah (India)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=109006