Berita > Artikel

3 Atlet PB Djarum Di Final All England Open 2020

Minggu, 15 Maret 2020 16:49:27
4629 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • ©Badmintonindonesia.org

  • ©Badmintonindonesia.org

  • Current
Di tengah suramnya situasi dunia dengan merebaknya wabah virus corona (Covid-19), kabar gembira diberikan para atlet bulutangkis yang kini tengah berlaga di turnamen All England Open 2020. Memasuki babak final hari ini (Minggu, 15/3) di Birmingham, Inggris, dua wakil Indonesia berhasil mencapai babak final.

Kedua wakil Indonesia yang akan bertarung di turnamen bulutangkis tertua di dunia ini (berlangsung sejak 1899) dari sektor ganda campuran dan ganda putra. Di sektor ganda campuran, pasangan Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti akan berhadapan dengan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai.

Ada lima perjumpaan dilakoni kedua pasangan ini, namun Praveen/Melati yang tahun lalu naik ke podium juara pada ajang Denmark Open 2019 dan French Open 2019 mencatat tiga kali kemenangan atas duet Negeri Gajah Putih.

“Lawan Thailand juga nggak mudah. Mereka punya kualitas, jadi kami mau mempersiapkan diri lagi,” jelas Praveen, yang telah mencicipi manisnya podium All England di tahun 2016 saat berpasangan dengan Debby Susanto.

“Kami sudah sering ketemu, sudah sama-sama tahu pola mainnya juga. Harus siap capek, karena mereka tenaganya kuat dan nggak gampang mati. Besok komunikasi harus lebih dijaga,” tambah Melati usai laga kemarin, mengutip email jurnalis Badmintonindonesia.org dari Birmingham.

Satu finalis lainnya dari Indonesia adalah pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon. Di final hari ini, Kevin/Gideon yang telah dua kali naik podium juara All England (2017 dan 2018). Lawan mereka hari ini di final adalah pasangan Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe dari Jepang. Langkah Endo/Watanabe ke final usai menyingkirkan juara All England tahun 2016 dari Rusia, Vladimir Ivanov/ Ivan Sozonov dengan skor 21-16 dan 21-15.

Final ganda putra akan menjadi salah satu pertandingan menarik di turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 1000 dengan total hadiah sebesar US$ 1,100,000 ini. Pasalnya, Kevin/Gideon yang kini bertengger sebagai ganda putra terkuat di dunia telah tujuh kali bertemu dengan duet Endo/Watanabe, namun pada enam pertemuan terakhir pasangan yang dijuluki The Minions ini tak sekalipun bisa menekuk Endo/Watanabe, dimana dua kekalahan beruntun terjadi di turnamen HSBC BWF World Tour Final 2019.

Tak berlutiknya Minions dari Endo/Watanabe menbuat Herry I.P. pelatih kepala ganda putra Pelatnas pun menjadikan pe-er tersendiri untuk bisa menerapkan strategi yang tepat untuk merebut kemenangan. Laga final kali ini dipastikan akan menjadi salah satu partai yang dinanti-nanti penggemar bulutangkis dunia.

“Pastinya kami ingin membayar kesalahan tahun kemarin, tapi kami nggak mau berlebihan juga. Kami sudah ke final, jadi mau melakukan yang terbaik aja,” tutur Kevin.

Sukses dua wakil Indonesia ke turnamen All England Open 2020 menjadi catatan positif bagi PB Djarum, salah satu klub elit bulutangkis di Tanah Air yang tak henti-hentinya mencari bakat-bakat bulutangkis muda lewat ajang audisi umum. Hasil audisi ini pun membuahkan hasil. Tiga dari empat atlet yang akan berjuang di final All England malam ini membawa nama Indonesia, Kevin, Praveen dan Melati, adalah atlet bulutangkis besutan PB Djarum, yang tersaring dari audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum.

“Selalu mengucapkan syukur atas pencapaian Setiap atlet, terlebih jika menjadi juara, karena namanya akan terukir abadi dalam sejarah panjang badminton indonesia,” ujar Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation kepada Bulutangkis.com.

Ketiga atlet ini pun nantinya pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi harapan Indonesia. Mereka diharapkan bisa menjaga tradisi emas bulutangkis pada ajang olahraga terakbar di planet bumi. Tradisi emas bulutangkis di pesta olahraga dunia empat tahunan sejak masa Susy Susanti tahun 1992 sempat terputus pada Olimpiade London 2012. Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir gagal meraih impian emas, barulah empat tahun berikutnya duet Owi/Butet, sapaan akrab Tontowi/Liliyana bisa membayar tunai pada ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

“Harapannya ajang olimpiade bisa berjalan sesuai jadwal dan kondisi dunia bereda dan bersama-sama bergembira menjadi saksi sejarah selama berlangsungnya Olimpiade Tokyo 2020 dengan medali emas gold di tangan atlet badminton Indonesia,” ujar Yoppy berharap situasi dunia membaik dan ajang olimpiade bisa terlaksana dengan baik.

Setiap tahunnya PB Djarum selalu memberikan apresiasi sebagai bagian memotivasi kepada para atlet-atletnya agar terpacu lebih berprestasi lagi. Apresiasi tak hanya dalam bentuk bonus uang, namun PB Djarum juga menampilkan atlet-atletnya sebagai model dalam kalender internal. Menariknya, PB Djarum sepertinya menempatkan atlet tertentu pada bulan tertentu, seperti Praveen Jordan pada bulan April, dan Kevin pada bulan Agustus. Apakah anda pembaca, memiliki pemikiran seperti kami? Rasa penasaran ini pun kami tanyakan.



“Tentu saja ada,” jawab Yoppy sambil tertawa. 😀 “Kami selalu berdoa dan berjuang agar atlet-atlet PB Djarum bisa memberikan 'glory' buat negeri ini dan tentunya bisa menyatukan Indonesia yang beragam melalui badminton,” ujar Yoppy mengakhiri obrolan ringan dengan Bulutangkis.com.

Semoga dua gelar dari ajang All England Open 2020 bisa diraih menjadi penghibur masyarakat Indonesia, khususnya penggemar bulutangkis di Tanah Air. (fk)

Berita Artikel Lainnya