Berita > Berita

Rencana Kamp Latihan di Kuba
Bekal untuk Atlet Lapis Kedua

Kamis, 05 Oktober 2006 18:49:57
1100 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Ada oleh-oleh yang dibawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari kunjungan ke Havana, Kuba, 15-17 September. Selain mengikuti KTT Nonblok, Presiden Yudhoyono ternyata juga menjajaki kemungkinan kerja sama pelatihan olahraga dengan Kuba.

Perintah untuk merealisasikan rencana kerja sama di bidang olahraga itu diterima Menegpora Adhyaksa Dault pekan lalu. Minggu (1/10), penyusu-nan rencana langsung dikebut tim dari Menegpora dan sehari kemudian diumumkan ke publik oleh Adhyaksa. Program ini dikhususkan untuk atlet muda nasional yang diperkirakan berpotensi meraih prestasi internasional.

“Di Kuba, pelatihan olahraga relatif murah. Selain berlatih, pelatih dan para ahli kami kirim untuk menyerap teknologi dan menerapkannya kemudian di Indonesia,” ujar Adhyaksa usai menghadap Presiden Yudhoyono, Senin (2/10).

Program Antar-Pemerintah

Untuk tahap awal pelatihan ini, Kantor Menegpora berencana mengirim-kan empat cabang olahraga, yaitu atletik (nomor lapangan dan jarak pendek), tinju, senam, dan anggar.

“Pelatihan di Kuba ini adalah program government to government. Tapi, bukan berarti bantuan gratis. Kita tetap harus membayar semua biaya. Kalau rencana anggaran sudah disetujui dan seleksi atlet sudah beres, mungkin April 2007 program ini bisa dilaksanakan,” kata Toho Cholik Mutohir, Sekretaris Menegpora.

Toho menambahkan program ini akan digelar selama setahun dan diperkirakan diikuti 140 atlet dan pelatih. Biaya hidup yang dialokasikan bagi tiap orang adalah Rp 30 juta per bulan. Jumlah itu belum termasuk biaya sewa peralatan dan tempat latihan.

“Program pelatihan ini bukan pelatnas untuk event tertentu. Target yang ingin dicapai adalah atlet kita bisa mencapai standar internasional, baik fisik maupun teknik, sehingga mereka siap diterjunkan kapan saja di ajang internasional. Tidak ada garansi apakah seorang atlet berhasil memenuhi target, itu bergantung pada kemauan mereka. Pemerintah hanya memberikan jalan,” imbuh Toho.

******

Dicetuskan Saat Makan Pagi

Cetusan kerja sama olahraga dengan Kuba terasa segar. Walaupun bukan ide baru, kali ini keinginan langsung keluar dari Presiden Indo-nesia. Sesuatu yang mungkin belum pernah terjadi di negeri ini untuk urusan olahraga.

“Kebijakan soal kerja sama olahraga ini muncul setelah Presiden Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Pejabat Presiden Raul Castro dan jajaran kabinetnya, termasuk Menteri Olahraga Kuba, pada saat makan pagi. Mereka bukan negara kaya, tetapi prestasi olahraganya sangat bagus. Sebab itu, Presiden tertarik untuk menjalin kerja sama lebih erat. Ini juga bukti Presiden Yudhoyono memiliki kepe-dulian tinggi terhadap olahraga nasional, bukan hanya soal ekonomi dan politik,” ujar Andi Malarangeng, juru bicara presiden.

Menurut Andi, saat ini ada beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang belajar ilmu keolahragaan di Havana dari bea siswa pemerintah Kuba. Mereka sempat bertemu Presiden Yudhoyono saat jamuan makan pagi dengan masyarakat Indonesia, 17 September di Hotel Nacional de Cuba, Havana.

Kuba mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2012. Namun, mereka gagal mewujudkan keinginan setelah kalah bersaing dengan lima kandidat terkuat: London, New York, Paris, Madrid, dan Moskow. (Donny Winardi/don)

Sumber:bolanews.com

Berita Berita Lainnya